Syarat Utama Menegakan Kalimat Tauhid (Bag. 2)

on Sabtu, 30 November 2013
Puji dan syukur kepada Allah, Rabb sekalian alam, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga dan sahabatnya, yang merupakan teladan kita. Amma ba’du:
Sesaat yang lalu kami telah menulis artikel Syarat Utama Menegakan Kalimat Tauhid, yang berisi dalil syarat tauhid dengan No. 1 sampai 4. Pada artikel ini akan membahas No. 5 sampai 8.



5.Jujur yang Meniadakan Dusta
Yaitu ia mengatakan kalimat tersebut secara jujur dari hatinya. Allah Ta’ala berfirman:
“Alif Laam Miim. Apakah manusia mengira dibiarkan begitu saja mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji. Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesunguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut:1-3)

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Tidak ada seorangpun yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya secara jujur dari hatinya kecuali Allah haramkan atasnya neraka.” (Muttafaq Alaihi)

6. Ikhlas
Yaitu memurnikan amal dengan niat yang benar dari segala macam unsur syirik. Allah SWT berfirman :
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan bagi-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah:5)

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
”Manusia yang paling berbahagia dengan syafaatku kelak adalah orang yang mengucapkan La ilaaha illallah dengan penuh ikhlas dari relung hatinya atau dirinya.” (HR Bukhari).

Sabda beliau :
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan La illaaha illallah yang dengan kalimat itu semata-mata ia mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim)

7.Mencintai Kalimah Thayibah (Kalimat Tauhid) Ini
Mencintai Kalimah Thayibah (Kalimat Tauhid) ini, tuntutan dan konsekuensinya, dan mencintai orang-orang yang mengucapkannya, mengamalkan dan konsisten dengan syarat-syaratnya, serta benci terhadap hal-hal yang membatalkannya.
Allah Ta’ala berfirman :
“Diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang dhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat) bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah sangat berat siksa-Nya (niscaya mereka tidaklah melakukannya).” (QS. Al-Baqarah: 165)

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Tiga hal jika terdapat pada seseorang maka ia akan mendapatkan kelezatan iman, Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selain keduanya, dia mencintai seseorang yang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam neraka.” (Muttafaq Alaihi)

8. Mengingkari Thaghut
Yaitu segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan beriman kepada Allah sebagai Rabb dan sesembahan yang hak. Allah عزّوجلّ berfirman:
“Tidak ada paksaan dalam agama. sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat . Maka barang siapa yang kufur terhadap taghut dan beriman kepada Allah ia telah berpegang teguh dengan buhul tali kuat yang tidak akan putus. Allah Maha mendengar dan Maha mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 256)

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Barangsiapa mengatakan tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan kufur terhadap segala yang diibadahi selain Allah diharamkan harta dan darahnya.” (HR Muslim)

Rangkuman Makna Tauhid
Tauhid adalah pecahan dari kata wahid. Dikatakan Wahhid Syaia artinya jadikan dan ikatlah ia menjadi satu. Sedang Tauhid (mengesakan) Allah adalah dengan meyakini akan keesaan Allah dalam Rububiyah (penciptaan, Pemeliharaan, Pemilikan), nama-nama dan sifat-Nya serta meyakini bahwa Allah adalah Rabb yang merajai yang berhak untuk diibadahi. Maka tauhid adalah mengesakan Allah dengan segala apa yang menjadi spesifik (kekhususan) Nya dari ibadah qauliyah maupun fi’liyah. Ia merupakan dasar Islam. Dari dasar tersebut terpancar seluruh aturan, hukum, perintah dan larangan-Nya.

Sumber: buku elektronik www.ibnumajjah.com dengan judul Panduan Tauhid

0 komentar:

Posting Komentar