Syarat Utama Menegakan Kalimat Tauhid

on Jumat, 29 November 2013
Puji dan syukur kepada Allah, Rabb sekalian alam, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga dan sahabatnya, yang merupakan teladan kita. Amma ba’du:

Tiada bosan kita membahas dan memposting artikel yang menjelaskan tauhid. Tauhid adalah modal utama menuju ridho Allah dan surganya, batalnya tauhid berarti kerugian yang sangat-sangat besar dimana akan kekallah di neraka.

MAKNA DAN SYARAT LA ILAHA ILLALLAH

La ilaaha illallah adalah kunci Surga akan tetapi tidak ada satu kuncipun melainkan ia mempunyai gerigi. Jika anda datang membawa kunci yang ada geriginya maka akan terbuka bagi anda. Namun jika tidak ada geriginya maka tidak terbuka bagi anda. Sedangkan gerigi kunci ini adalah syarat-syarat La Ilaaha Illallah berikut ini:



1. Mengetahui Maknanya

Yaitu meniadakan sesembahan (sesuatu yang diibadahi) tanpa hak selain Allah dan menetapkan Allah semata yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfiman:
“Maka ketahuilah bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan mintakanlah ampun bagi dosamu dan dosa orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin wanita. Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggal kalian.” (QS. Muhammad: 19)

Artinya tidak ada yang diibadahi di langit dan di bumi secara hak selain Allah. Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Barangsiapa mati sedang dia mengetahui bahwa tidak ada Ilah yang berhak di sembah selain Allah maka ia masuk surga.” (HR Muslim)

2. Yakin yang Meniadakan Keraguan

Yaitu hati meyakini akan kalimat tersebut tanpa keraguan sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan bejihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al Hujurat: 15).

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan-Nya tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan membawa kedua kalimat tersebut tanpa keraguan sedikitpun lalu dihalangi dari surga.” (HR Muslim)

3. Menerima Dengan Hati dan Lisan Apa yang Menjadi Tuntutan Kalimat Ini

Allah Ta’ala berfirman mengisahkan kaum musyrikin:
“Sesungguhnya mereka itu jika dikatakan kepada mereka tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah mereka menyombongkan diri. Mereka mengatakan apakah kita hendak meninggalkan sesembahan kami karena mengikuti seorang penyair gila.” (QS. Ash Shoffat: 35-36)

Maksudnya mereka menyombongkan diri untuk mengucapkan kalimat tersebut sebagaimana yang diucapkan orang-orang mukmin. Sebagaimana yang disebutkan Ibnu katsir dalam tafsirnya. Nabi bersabda:
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan La ilaaha illallah. Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha illallah maka terlindungi harta dan jiwanya dariku kecuali menurut hak Islam dan perhitungannya disisi Allah Azza wa Jalla.” (Muttafaq Alaihi)


4. Tunduk dan Pasrah Terhadap Tuntutan Kalimat Tersebut.

Allah SWT. Berfirman:
“Kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepada kalian kemudian kalian tidak ditolong.” (QS. Az Zumar: 54)


Bersambung ....

Sumber: buku elektronik www.ibnumajjah.com dengan judul Panduan Tauhid

0 komentar:

Posting Komentar