Ahlus Sunnah menggunakan tiga dasar untuk mengukur kebenaran amal manusia, baik yang lahir maupun yang bathin, yang berkaitan dengan Din. Dasar-dasar itu adalah:
1. Kitabullah عزّوجلّ, yang merupakan sebaik-baik perkataan.
Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa yang berhukum dengannya pasti adil, barangsiapa yang berpegang teguh padanya pasti mendapatkan petunjuk kepada jalan yang lurus, dan barangsiapa yang menyimpang darinya pasti tersesat dan sengsara di dunia dan akhirat. Ahlus Sunnah tidak mengutamakan perkataan siapapun dari pada perkataan Allah ini.
2.Sunnah Rasul. Mereka tidak mengutamakan perkataan seorang makhluk Allah pun dari pada sunnah Rasul yang shahih.
3. Kesepakatan (Ijma’ ) yang terjadi di masa generasi pertama umat ini, sebelum terjadinya perpecahan, perluasan Islam, serta sebelum bermunculannya bid’ah dan perbedaan pendapat.
Adapun pendapat-pendapat yang datang setelah itu, maka mereka timbang dengan ketiga dasar ini. Bila sesuai dengannya, maka mereka menerimanya. Tetapi bila tidak sesuai dengannya, maka mereka menolaknya, tanpa memandang siapa yang mengucapkannya. Inilah manhaj yang benar dan pemahaman yang lurus.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar